"Yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin." Anda tentu sudah sering mendengar kalimat ini. Namun, saya yakin Anda tidak pernah mendengarnya dari mulut "Si Kaya". Malah kalimat ini sering kali terdengar sebagai sebuah keluhan, keluhan yang lebih mengarah pada alasan. Ya.... alasan. Alasan adalah sesuatu yang dipergunakan untuk menenangkan rasa bersalah akibat tidak tercapainya sesuatu yang sesungguhnya bisa dilakukan.
Saya tidak mengatakan bahwa kemakmuran identik dengan sukses. Saya menyimpulkan sukses sebagai pencapaian bertahap dari sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Sasaran itu bisa saja sesuatu yang sangat sederhana, seperti membangun sebuah keluarga.
Apa yang dimiliki oleh orang-orang dibawah ini?
Richard Nixon
Gerald Ford
Jimmy Carter
Ronald Reagan
Bill Clinton
Mereka semua adalah Presiden Amerika Serikat, ya kan? Mereka semua pernah menjadi "orang paling berpengaruh di dunia". Namun saya ingin melihat dari sisi yang lain....
Richard Nixon... Nixon lahir di rumah yang dibangun oleh ayahnya. Ketika masih duduk di bangku SLTA, ia memenangkan sebuah penghargaan dari Universitas Harvard. Namun keluarganya tidak mampu membiayainya ke perguruan tinggi. Ia akhirnya melanjutkan studi ke Whittier College.
Gerald Ford... Ford lahir dengan nama Leslie Lynch King, Jr. Pada tahun 1913, ibunya meninggalkan ayahnya yang kerap berperilaku kasar dan membawa anaknya tinggal bersama orang tuanya. Ibunya kemudian bertemu dengan Gerald R. Ford, yang kemudian dinikahinya dan memberi nama anaknya Gerald Rudolph Ford, Jr. Ia adalah satu-satunya presiden yang diadopsi. Ford berangkat remaja dan bekerja pada ayah tirinya di toko cat dan vernish. Ford melatih tinju untuk membiayai kuliahnya.
Jimmy Carter... Ia adalah orang pertama di keluarganya yang pernah mengecap bangku perguruan tinggi, dan ayahnya adalah seorang petani kacang.
Ronald Reagan... Anak dari seorang salesman sepatu pecandu alkohol. Ia bekerja sebagai pembawa acara baseball. Di usia empat puluh, ia diceraikan istrinya dan karirnya berada diujung tanduk..
Bill Clinton... Lahir sebagai William Jefferson Blythe IV, ayahnya (seorang salesmen keliling) meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil tiga bulan sebelum ia lahir. Ibunya kemudian menikahi Roger Clinton and Bill mengambil nama ayah tirinya itu. Clinton beranjak remaja di sebuah keluarga yang tidak harmonis. Ayah tirinya seorang penjudi dan pecandu alkohol yang suka memukul istrinya dan kadang adik tiri Clinton, Roger.
Diantara mereka, tidak ada yang dilahirkan di keluarga yang kaya dan makmur.. Namun mereka berhasil mencapai sebuah tingkat sebagai orang paling berpengaruh di dunia dengan kerja keras dan tidak mencari alasan. Ini adalah 5 dari 7 presiden, atau 71% dari presiden generasi terakhir yang lahir di sebuah keluarga 'biasa' yang penuh perjuangan. Namun begitupun, mereka menolak untuk beralasan.
Memang mereka semua adalah orang-orang sehat dan tidak memiliki cacat fisik. Namun, Anda dapat mengunjungi www.JohnFoppe. com dan menyaksikan video disana. Pembicara ini membuktikan bahwa tidak ada ruang untuk beralasan, terlepas dari apapun kondisi kehidupan kita saat ini.
Hidup ini terlalu singkat bila diisi dengan alasan-alasan yang membatasi diri kita. Tetapkan sasaran Anda dan kejarlah.. Bila Anda menghadapi keadaan yang sulit, keadaan itu hanyalah sebuah hadiah yang mengajarkan arti dari sebuah kerja keras. Ia akan membuat kisah hidup kita lebih kaya, dan pencapaian sukses kita menjadi lebih manis ketika kita berhasil meraih impian kita. Mungkin, suatu hari saya akan akan memberikan suara saya untuk memilih Anda sebagai seorang Presiden.
"Tidak berubah suatu kaum kacuali kaum itu sendiri yang merubahnya" (Ar Ra'du : 11)
Farry Yudi Sutami
rezaervani@yahoogroups.com
Thursday, May 29, 2008
Friday, May 23, 2008
I’M FALLING IN LOVE
Dalam perjalanan pulang dari Lebak Bulus, Selatannya Jakarta sekitar pukul 23.00, aku menelusuri jalanan rusak sepanjang Cinere yang baru saja di tambal. Berjalan santai sambil menikmati udara malam, merenungi perjalanan hidup yang sudah kujalani. Sepuluh tahun sudah, baru kali ini mengalami perasaan aneh. I’m Falling In Love, pada “gadis” yang masih sangat belia untuk ukuran usia. Aneh benar rasanya.
Terus saja kususuri jejaknya, namun tetap saja keanehan dan keterasingan yang kutemukan. Di jejak-jejak yang ditinggalkannya, belum kutemukan hatinya. Gadis belia itu terus saja menggangguku. Sebab dia ada dibalik bilik hatiku, menggelayuti perjalanan sepuluh tahunku.
Setelah satu dasawarsa mengarungi sebuah lautan, setetes pun belum kurasakan betapa nikmatnya, bergumul dengannya dalam melewati hari-hari, detik-detik dengan “cinta”nya. Gadis belia itu selalu hadir dalam setiap nafasku, tapi tak kurasakan kehangatannya. Padahal orang-orang bilang, gadis belia itu sangat mulia dan menjadi rebutan bagi yang menyadarinya.
Bahwa kehadirannya diperlukan banyak orang, seperti sabda Nabi, orang yang memiliki gadis belia ini akan masuk dalam golongan pertama yang masuk ke syurga. Tapi tetap saja belum atau mungkin butuh proses panjang seiring perjalananku hampir mendekat ashar.
Kau mau tahu siapa gadis belia itu? Jiwa guru! Dialah yang sedang membuatku kasmaran tak kepayang. Satu dasa warsa berprofesi sebagai guru, namun belum kutemukan “jiwa”nya. Aku belum bekerja dengan hati. Atau mungkin karena pengaruh kapitalisme yang berorientasi pada materi, sehingga belum menyentuh hati dalam bekerja. Ya, bekerja dengan hati…….belum kulakukan. Pohon yang kutanam sejak sepuluh tahun lalu memang tumbuh lebat dan berbuah, tapi masam rasanya. Sedikitpun tak ada rasa manisnya. Idealisme terkubur di kebun syurga, tapi yang kurasakan malah api neraka…….
Aku iri pada orang-orang yang jatuh cinta dikedalaman hatinya yang penuh keikhlasan. Tanpa berharap syurga, berharap sanjungan, seperti orang-orang yang tertulis di novel Laskar Pelangi. Sekali hidup sudah itu mati. Mati dalam taman firdaus yang hatinya damai, bukan karena berlimpah materi dan pujian, tapi menanam hatinya dengan keikhlasan berbagi.
Meruyung, menjelang subuh.
Terus saja kususuri jejaknya, namun tetap saja keanehan dan keterasingan yang kutemukan. Di jejak-jejak yang ditinggalkannya, belum kutemukan hatinya. Gadis belia itu terus saja menggangguku. Sebab dia ada dibalik bilik hatiku, menggelayuti perjalanan sepuluh tahunku.
Setelah satu dasawarsa mengarungi sebuah lautan, setetes pun belum kurasakan betapa nikmatnya, bergumul dengannya dalam melewati hari-hari, detik-detik dengan “cinta”nya. Gadis belia itu selalu hadir dalam setiap nafasku, tapi tak kurasakan kehangatannya. Padahal orang-orang bilang, gadis belia itu sangat mulia dan menjadi rebutan bagi yang menyadarinya.
Bahwa kehadirannya diperlukan banyak orang, seperti sabda Nabi, orang yang memiliki gadis belia ini akan masuk dalam golongan pertama yang masuk ke syurga. Tapi tetap saja belum atau mungkin butuh proses panjang seiring perjalananku hampir mendekat ashar.
Kau mau tahu siapa gadis belia itu? Jiwa guru! Dialah yang sedang membuatku kasmaran tak kepayang. Satu dasa warsa berprofesi sebagai guru, namun belum kutemukan “jiwa”nya. Aku belum bekerja dengan hati. Atau mungkin karena pengaruh kapitalisme yang berorientasi pada materi, sehingga belum menyentuh hati dalam bekerja. Ya, bekerja dengan hati…….belum kulakukan. Pohon yang kutanam sejak sepuluh tahun lalu memang tumbuh lebat dan berbuah, tapi masam rasanya. Sedikitpun tak ada rasa manisnya. Idealisme terkubur di kebun syurga, tapi yang kurasakan malah api neraka…….
Aku iri pada orang-orang yang jatuh cinta dikedalaman hatinya yang penuh keikhlasan. Tanpa berharap syurga, berharap sanjungan, seperti orang-orang yang tertulis di novel Laskar Pelangi. Sekali hidup sudah itu mati. Mati dalam taman firdaus yang hatinya damai, bukan karena berlimpah materi dan pujian, tapi menanam hatinya dengan keikhlasan berbagi.
Meruyung, menjelang subuh.
Thursday, May 22, 2008
Tip Sehat Dengan Junk Food
Seberapa sering anda dan keluarga mengonsumsi jung food? Padahal anda tahu benar bahwa junk food mengandung banyak lemak , garam dan gula termasuk bahan tambahan pangan atau aditif sintetik untuk menimbulkan citarasa seperti MSG. Sebab itu Junk food berpotensi untuk menimbulkan banyak penyakit seperti obesitas, rematik akibat penimbunan purin, tekanan darah tinggi, serangan jantung koroner, stroke dan kangker. Tipe berikut ini bisa anda ikuti agar tubuh anda tetap sehat meskipun masih mengonsumsi junk food.
Sarapan yang tepat. Mulailah hari dengan mengonsumsi menu sarapan sehat seperti jus buah, susu rendah lemak, yogurt, sereal tinggi serat dn buah. Orang yang berpoa makan tinggi serat mencerna makanan sangat lamban. Akibatnya, rasa lapar tertunda dan keinginan untuk mengasup makanan berlemak berkurang.
Hindari kulit fried chicken. Sebaiknya ketika anda mengonsumsi fried chicken buang kulitnya. Kulit ayam, terlebih lagi ayam ras adalah sumber lemak jenuh dan fried chicken menggunakan teknik penggorangan deep frying. Kandungan lemak bahan yang digoren lebih besar dibandingkan bahan yang digoreng dengan tknik penggorangan biasa.
Pilih Nasi. Kandungan lemak dan sodium kentang goreng sangat tinggi. Jadi saat anda mengonsumsi junk food, pilihlah nasi. Bila anda membeli burger carilah jenis yang lebih banyak mengandung bahan nabati dibandingkan hewani. Jika memungkinakn perbanyak isi sayurnya, seperti selada tomat mentumun dan sebagainya.
Potong porsi dan ukuran. Jangan mencobanberpantang memakan junk food karena anda justru makin tergoa untuk mecomotnya. Jika ingin belilah dalam porsi kecil lalu bagilah dengan rekan di sebelah anda.
Mulai Olahraga. Olahraga akan memompa endorlin, yaitu morfin alami dalam tubuh, untuk beredar ke seluruh tubuh. Dengan berolahraga, anda jadi punya waktu sedikit untuk makan.
Makanlah makanan halal. Salah satu hal yang kadang dilupakan oleh sebagian anda yang muslim. Periksa dan teliti dulu, apakah junk food tersebut halal atau tidak. Prinsip kehati-hatian harus tetap dijaga agar kita tidak mengonsumsi makanan dan minuman haram. Terakhir ini tambahan dari saya…..
(Mom & Kiddie, Edisi 18-tahun II, Mei 2008)
Sarapan yang tepat. Mulailah hari dengan mengonsumsi menu sarapan sehat seperti jus buah, susu rendah lemak, yogurt, sereal tinggi serat dn buah. Orang yang berpoa makan tinggi serat mencerna makanan sangat lamban. Akibatnya, rasa lapar tertunda dan keinginan untuk mengasup makanan berlemak berkurang.
Hindari kulit fried chicken. Sebaiknya ketika anda mengonsumsi fried chicken buang kulitnya. Kulit ayam, terlebih lagi ayam ras adalah sumber lemak jenuh dan fried chicken menggunakan teknik penggorangan deep frying. Kandungan lemak bahan yang digoren lebih besar dibandingkan bahan yang digoreng dengan tknik penggorangan biasa.
Pilih Nasi. Kandungan lemak dan sodium kentang goreng sangat tinggi. Jadi saat anda mengonsumsi junk food, pilihlah nasi. Bila anda membeli burger carilah jenis yang lebih banyak mengandung bahan nabati dibandingkan hewani. Jika memungkinakn perbanyak isi sayurnya, seperti selada tomat mentumun dan sebagainya.
Potong porsi dan ukuran. Jangan mencobanberpantang memakan junk food karena anda justru makin tergoa untuk mecomotnya. Jika ingin belilah dalam porsi kecil lalu bagilah dengan rekan di sebelah anda.
Mulai Olahraga. Olahraga akan memompa endorlin, yaitu morfin alami dalam tubuh, untuk beredar ke seluruh tubuh. Dengan berolahraga, anda jadi punya waktu sedikit untuk makan.
Makanlah makanan halal. Salah satu hal yang kadang dilupakan oleh sebagian anda yang muslim. Periksa dan teliti dulu, apakah junk food tersebut halal atau tidak. Prinsip kehati-hatian harus tetap dijaga agar kita tidak mengonsumsi makanan dan minuman haram. Terakhir ini tambahan dari saya…..
(Mom & Kiddie, Edisi 18-tahun II, Mei 2008)
Wednesday, May 21, 2008
Indonesia : Bangkitlah dari kuburmu
Bang Uleg ini hari mau jualan di Senayan, sambil bisnis nonton demo anak muda yang sedang menggelora jiwa mudanya.
Di jalanan ada banyak barisan mahasiswa, berbagai bendera organisasi berkibar, kuning, hijau, merah, biru, yah seperti waktu sekolah dulu "mejikuhibiniu" atau pelangi saat gerimis mengundang.
"Wow......!" bang uleg berseru, gile warna-warni, meriah kayak waktu kampanye.
"Coba gue dulu makan bangku kuliahan, bisa nyicipin masa-masa kayak gini kali ya!"
"elu langsung diculik, kayak si itu lho Budi...budi, ah pokoknya lu pasti diculik, wajah elu wajah pemberontak sih....! si tukang es cendol nyeletuk di sampingnya, sambil bungkus-bungkusin esnya.
"lha, masa wajah melankolis begini dibilang pemberontak, ade-ade aje lu Sin...!
Pemandangan di jalanan menuju gedung DPR MPR keliatannya makin riuh rendah oelh yel-yel, dan teriakan korlap yang berorasi dan memandu menyanyi khas pendemo. Betul juga kata tetangga sebelah kontrakan tadi pagi, bahwa kebangkitan nasional itu adalah jalanan macet karena demo mahasiswa, suntuk dengerin celoteh pejabat waktu upacara yang realitasnya bertolak belakang, di senayan ga enak lagi menikmati tontonan musik dan sepakbola karena ribut... Tapi kalau tidak ada yang bergerak memberi suntikan kritis, bisa jadi sejarah terulang, represif, penindasan, jurang kaya dan miskin melebar (sekarang bukannya tambah lebar?!)
Ayo terus kritisi pemerintah dan wakil rakyat!!! teriak bang uleg sambil melayani seorang mahasiswa yang membeli rujaknya.
"wah, si abang melek politik juga ya?" tanya nya
"ya nggak mba, saya sekedar kasih semangat, sambil jangan lupa beli rujak saya....he....he....he...!"
Sementara, para pendemo lagi bersemangat demo di jalanan. Anggota legislatif di sebuah bilik kamar komisi lagi asyik bagi-bagi duit hasil sidang penetapan undang-undang yang diberi oleh pemerintah. Gratifikasi? No way! Ini kan jerih payah gue, katenye.....
Di tempat lain, seorang pejabat sedang asyik bermain golf dengan beberapa sejawatnya di sebuah komplek mewah di pinggirran muara karang.
"Indonesia bangkit dari kuburmu.....!!! seorang pendemo berteriak lantang.
Di jalanan ada banyak barisan mahasiswa, berbagai bendera organisasi berkibar, kuning, hijau, merah, biru, yah seperti waktu sekolah dulu "mejikuhibiniu" atau pelangi saat gerimis mengundang.
"Wow......!" bang uleg berseru, gile warna-warni, meriah kayak waktu kampanye.
"Coba gue dulu makan bangku kuliahan, bisa nyicipin masa-masa kayak gini kali ya!"
"elu langsung diculik, kayak si itu lho Budi...budi, ah pokoknya lu pasti diculik, wajah elu wajah pemberontak sih....! si tukang es cendol nyeletuk di sampingnya, sambil bungkus-bungkusin esnya.
"lha, masa wajah melankolis begini dibilang pemberontak, ade-ade aje lu Sin...!
Pemandangan di jalanan menuju gedung DPR MPR keliatannya makin riuh rendah oelh yel-yel, dan teriakan korlap yang berorasi dan memandu menyanyi khas pendemo. Betul juga kata tetangga sebelah kontrakan tadi pagi, bahwa kebangkitan nasional itu adalah jalanan macet karena demo mahasiswa, suntuk dengerin celoteh pejabat waktu upacara yang realitasnya bertolak belakang, di senayan ga enak lagi menikmati tontonan musik dan sepakbola karena ribut... Tapi kalau tidak ada yang bergerak memberi suntikan kritis, bisa jadi sejarah terulang, represif, penindasan, jurang kaya dan miskin melebar (sekarang bukannya tambah lebar?!)
Ayo terus kritisi pemerintah dan wakil rakyat!!! teriak bang uleg sambil melayani seorang mahasiswa yang membeli rujaknya.
"wah, si abang melek politik juga ya?" tanya nya
"ya nggak mba, saya sekedar kasih semangat, sambil jangan lupa beli rujak saya....he....he....he...!"
Sementara, para pendemo lagi bersemangat demo di jalanan. Anggota legislatif di sebuah bilik kamar komisi lagi asyik bagi-bagi duit hasil sidang penetapan undang-undang yang diberi oleh pemerintah. Gratifikasi? No way! Ini kan jerih payah gue, katenye.....
Di tempat lain, seorang pejabat sedang asyik bermain golf dengan beberapa sejawatnya di sebuah komplek mewah di pinggirran muara karang.
"Indonesia bangkit dari kuburmu.....!!! seorang pendemo berteriak lantang.
Tuesday, May 20, 2008
Kita Membutuhkan Kesalahan
Kita membutuhkan ‘kesalahan’ untuk mencapai kualitas hail yang tinggi dari pada yang bisa kita capai kalau kita berhasil pada upaya pertama.
Kesalahan yang tidak mematikan selalu memberikan kesempatan kita untuk memerbaiki diri. Dan dengannya kita menjadi lebih kuat, lebih liat, lebih siaga, sehingga kita menjadi lebih cepat bereaksi terhadap tantangan dan kesulitan dengan ketepatan dan kekuatan yang lebih baik.
Terimalah kemungkinan akan adanya kesulitan, masalh, dan keslahan. Karena, dia yang bersungguh-sungguh bekerja keras, sebetulnya juga sedang bersungguh-sungguh menyediakan kesempatan bagi timbulnya kesalahan.
Sebagai acuan sederhana, berikut adalah cara-cara positif dalam menyikapinya :
1. Kesalahan kita butuhkan untuk mencapai hasil yang lebih baik, karena timbulnya kesalahan adalah tanda diperlukannya cara-cara yang lebih baik.
2. Membuat kesalahan, dan bahkan gagal dalam melakukan sesuatu yang berguna, adalah lebih baik daripada tidak pernah salah karena tidak melakukan apa-apa.
3. Kesalahan yang tidak kita hadapi dan tidak kita pandang tajam di matanya, akan timbul lagi pada tempat dan kesempatan lain.
4. Pemimpin yang kemarahannya adalah tentanghal-hal yang sama selama berthun-tahun, adalah orang yang sedang memimpin organisasi yang sedang dalam perjalanan turun.
5. Karena kesalahan selalu memberikan pelajaran untuk mencapai cara-cara yang lebih baik, maka tidak penting apakah itu kesalhan kita atau kesalahan orang lain.
6. Bila kita tidak mencapai keberhasilan hebat; masih ada keberhasilan baik, keberhasilan lumayan, keberhasilan cukup, lalu ….. hampir berhasil, baru kemudian “…..nggak apa-apa kok!”
7. Kita membuthkan kunci pembuka pintu kesungguhan untuk menghadapkan wajah ini ke wajah kesalahan kita, untuk berdiri gagah di atas kesedihan dan ketakutan kita, dan mulai melakukan sesuatu yang mengeluarkan kita dari masalah, menuju keadaan yang lebih baik.
Dan, kunci itu adalah kejujuran untuk menerima bahwa kitalah yang paling bertanggung jawab atas kesalahan itu, bukan orang lain.
(BECOMENIG A STAR : MARIO TEGUH, PT. SYAMIL CIPTA MEDIA)
Kesalahan yang tidak mematikan selalu memberikan kesempatan kita untuk memerbaiki diri. Dan dengannya kita menjadi lebih kuat, lebih liat, lebih siaga, sehingga kita menjadi lebih cepat bereaksi terhadap tantangan dan kesulitan dengan ketepatan dan kekuatan yang lebih baik.
Terimalah kemungkinan akan adanya kesulitan, masalh, dan keslahan. Karena, dia yang bersungguh-sungguh bekerja keras, sebetulnya juga sedang bersungguh-sungguh menyediakan kesempatan bagi timbulnya kesalahan.
Sebagai acuan sederhana, berikut adalah cara-cara positif dalam menyikapinya :
1. Kesalahan kita butuhkan untuk mencapai hasil yang lebih baik, karena timbulnya kesalahan adalah tanda diperlukannya cara-cara yang lebih baik.
2. Membuat kesalahan, dan bahkan gagal dalam melakukan sesuatu yang berguna, adalah lebih baik daripada tidak pernah salah karena tidak melakukan apa-apa.
3. Kesalahan yang tidak kita hadapi dan tidak kita pandang tajam di matanya, akan timbul lagi pada tempat dan kesempatan lain.
4. Pemimpin yang kemarahannya adalah tentanghal-hal yang sama selama berthun-tahun, adalah orang yang sedang memimpin organisasi yang sedang dalam perjalanan turun.
5. Karena kesalahan selalu memberikan pelajaran untuk mencapai cara-cara yang lebih baik, maka tidak penting apakah itu kesalhan kita atau kesalahan orang lain.
6. Bila kita tidak mencapai keberhasilan hebat; masih ada keberhasilan baik, keberhasilan lumayan, keberhasilan cukup, lalu ….. hampir berhasil, baru kemudian “…..nggak apa-apa kok!”
7. Kita membuthkan kunci pembuka pintu kesungguhan untuk menghadapkan wajah ini ke wajah kesalahan kita, untuk berdiri gagah di atas kesedihan dan ketakutan kita, dan mulai melakukan sesuatu yang mengeluarkan kita dari masalah, menuju keadaan yang lebih baik.
Dan, kunci itu adalah kejujuran untuk menerima bahwa kitalah yang paling bertanggung jawab atas kesalahan itu, bukan orang lain.
(BECOMENIG A STAR : MARIO TEGUH, PT. SYAMIL CIPTA MEDIA)
Wednesday, May 14, 2008
Tuesday, May 13, 2008
Barang (harga) Langsung melambung Tinggi
"para pendemo dan penolak naiknya harga BBM berarti pendukung orang-orang kaya"
Yusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia
Sore menjelang maghrib secara kebetulan berita sore disebuah televisi swasta ternama menampilkan sosok familiar, dengan kumis tipis di atas bibir, yusuf kelik, no bukan, dia Mr. Yusuf Kalla. Dengan gayanya yang khas, blak-blakan dan to the point. Nembak langsung.....
Masuk akal apa yang diucapkan di atas, selama ini memang subsidi lebih banyak dinikmati oleh para borjuis, birokrat dan kaum elitis (termasuk para legislatif). ada benarnya dalam kondisi yang terdesak dan terbebani banyak masalah, biasanya orang akan melemparkan bebannya pada kesalahan atau sengaja mengkambing hitamkan pihak lain. Begitu juga kalimat yang diucapkan oleh Wakil Presiden kita, Yusuf Kalla.
Pembenaran itu bisa jadi menggambarkan ketidakmampuan pemerintah mengkomnukasikan beban yang ditanggung, masalah yang dipikul kepada rakyat, dan yang terpenting solusi yang dicari meski lambat tapi basi.....!!!! Basi!!!!
Kalau memang subsidi lebih banyak dinikmati para borjuis dan kelompoknya, mengapa tindakan selanjutnya justru lebih menyengsarakan rakyat. Kita bisa lihat dari sejak semula, antrian minyak tanah, kini antrian gas, pastinya antrian bensin di berbagai daerah, harga-harga kebutuhan pokok langsung melambung tinggi sekian persen. Luar biasa kan. Apa tanggapan pemerintah atas fenomena ini. Bergemingkah?
Ketidakmampuan pemerintah memanage anggaran semakin jelas terlihat. Bahwa krisis di Amreika telah mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi kita, sangatlah wajar karena kita masih sangat bergantung pada AS. Awal tahun saja kita langsung mempunyai utang $48 juta untuk menutup anggaran kita. Lantas mau apa lagi selainngobok-ngobok rakyat untuk mengerti kesulitan pemerintahnya.
Kini, mari kita lihat chapter selanjutnya, rezim ini jatuh atau bertahan?
Yusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia
Sore menjelang maghrib secara kebetulan berita sore disebuah televisi swasta ternama menampilkan sosok familiar, dengan kumis tipis di atas bibir, yusuf kelik, no bukan, dia Mr. Yusuf Kalla. Dengan gayanya yang khas, blak-blakan dan to the point. Nembak langsung.....
Masuk akal apa yang diucapkan di atas, selama ini memang subsidi lebih banyak dinikmati oleh para borjuis, birokrat dan kaum elitis (termasuk para legislatif). ada benarnya dalam kondisi yang terdesak dan terbebani banyak masalah, biasanya orang akan melemparkan bebannya pada kesalahan atau sengaja mengkambing hitamkan pihak lain. Begitu juga kalimat yang diucapkan oleh Wakil Presiden kita, Yusuf Kalla.
Pembenaran itu bisa jadi menggambarkan ketidakmampuan pemerintah mengkomnukasikan beban yang ditanggung, masalah yang dipikul kepada rakyat, dan yang terpenting solusi yang dicari meski lambat tapi basi.....!!!! Basi!!!!
Kalau memang subsidi lebih banyak dinikmati para borjuis dan kelompoknya, mengapa tindakan selanjutnya justru lebih menyengsarakan rakyat. Kita bisa lihat dari sejak semula, antrian minyak tanah, kini antrian gas, pastinya antrian bensin di berbagai daerah, harga-harga kebutuhan pokok langsung melambung tinggi sekian persen. Luar biasa kan. Apa tanggapan pemerintah atas fenomena ini. Bergemingkah?
Ketidakmampuan pemerintah memanage anggaran semakin jelas terlihat. Bahwa krisis di Amreika telah mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi kita, sangatlah wajar karena kita masih sangat bergantung pada AS. Awal tahun saja kita langsung mempunyai utang $48 juta untuk menutup anggaran kita. Lantas mau apa lagi selainngobok-ngobok rakyat untuk mengerti kesulitan pemerintahnya.
Kini, mari kita lihat chapter selanjutnya, rezim ini jatuh atau bertahan?
Subscribe to:
Posts (Atom)



