Wednesday, February 11, 2009

Le Mot : autoblackthrough!!!!

by kasmadi

Perkembangan teknologi sangat membantu proses pembelajaran siswa. Sebagai media belajar, internet menjadi salah satu pilihan terpavorit belakangan ini. Tidak salah memang kalau internet menjadi favorit, berselancar di internet dapat menemukan bahan ajar segala pelajaran. Siswa dengan mudah menemukan bahan ajar yang ditugaskan oleh guru.

Dengan perkembangan internet yang begitu pesat semakin memudahkan guru untuk memperkaya khasanah keilmuannya. Pun guru jadi tidak ketingggalan informasi dibanding murid-muridnya. Kelebihan yang tidak diperoleh dengan media lain.

Namun demikian, internet juga mempunyai kelemahan yang sangat signifikan dan mengganggu proses belajar. Contohnya, hari ini saya melakukan test online. Sebenarnya dengan test on line diharapkan siswa dengan mudah mengakses nilai lebih cepat. Justru yang terjadi sebaliknya, karena koneksitisanya yang lemot menjadi perencanaan yang sudah dirancang lebih dari seminggu berantakan seketika.

Kalau sekolah mampu membayar lebih mahal untuk menambah kecepatan koneksitasnya mungkin persolannya tidak akan separah sekarang. Autoblackthrough!! buat sekolah yang koneksitas internetnya ngacir......

Jadi kesimpulannya jangan terlalu mengandalkan teknologi untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan. Bisa jadi kasus seperti saya menimpa anda, atau sudah barangkali....


Hari ini menjadi hari yang paling tidak menyenangkan buat saya dan sangat menggembirakan buat murid-murid. Bebas oi........

Tuesday, February 10, 2009

Semangat Pembelajar Sejati

Aku untuk Negeriku, Bugiakso Blog Competition 2009

by kasmadi


"ummi kenapa sih Alif harus belajar terus?"

Sempat tersentuh juga mendengar komentarnya. Seperti kebanyakan dari kita, selalu alpa atas perintah Tuhan agar selalu belajar. Belajar! Perintah yang singkat namun mempunyai kedalaman makna. Mungkin kita saja merasa sudah cukup atau bosan, jenuh dan tidak sanggup untuk menampung ilmu. Saya, contoh yang sangat dekat dengan diri sendiri masih harus belajar. Terkadang sebagai orang tua, kita menuntut terlalu banyak pada anak untuk belajar. Orang tua sendiri tidak menyadar bahwa ia juga harus belajar. Kenapa harus belajar?

Sepanjang usia 63 tahun merdeka, Indonesia, tepatnya bangsa ini masih terus harus belajar. Belajar menghargai segala hal. Tanpa kecuali mulai dari rakyat yang jelata hingga pemimpinnya. Kalau saja kita mau belajar tentu kondisi kekinian tidak seperti wajah bangsa kita yang sekarang. Tak perlu melihat lagi ke belakang sekarang!

Semangat. Kata yang pas untuk melecut ketertinggalan. Hal itu bisa dilihat dari kehidupan rakyat dalam kesehariannya. Krisis yang terjadi sejak 1998 ditambah krisis keuangan yang baru saja terjadi semakin memberikan pelajaran buat bangsa ini. Ketegaran rakyat menghadapi bertubi-tubinya krisis ekonomi ditambah bencana alam telah membuktikan bahwa sebenarnya mental bangsa ini belum habis untuk maju. Tinggal bagaimana pemimpin bangsa ini mengelola negeri yang gemah ripah loh jinawi menjadi bangsa yang besar secara mental dan ekonomis.

Semangat untuk selalu belajar dari pengalaman dan tidak lagi terjerumus dalam amuk politik yang seperti kasus Medan. Belajar juga dari keterjajahan ekonomi dari negara kapitalis untuk terus berdiri dengan kaki sendiri. Tegak dan membusungkan dada atas usaha sendiri bangsa ini dengan tetap segala kerendahan dan keramahan.

Semangat!!!

(tulisan ini terinspirasi dari seorang alif, nanda tersayang)


Monday, February 09, 2009

Multiple Intelegensia : Ragam Kecerdasan Yang Sering Diabaikan

Aku untuk Negeriku, Bugiakso Blog Competition 2009

by kasmadi

Dr Howard Gardner, seorang psikolog dari Universitas Harvard, AS, mengemukakan teorinya bahwa kecerdasan tidak terpatri di tingkat tertentu dan terbatas saat seseorang lahir. "Setiap individu mengembangkan kecerdasan dengan beragam cara yang dikenal dengan multiple intelligences" katanya. Misalnya, Pablo Picaso adalah pelukis jenius sebagai salah satu contoh kecerdasan natural. Sedangkan, Einstein adalah ilmuwan dunia yang memiliki kecerdasan logika dan matematika. Atau Jhon Lennon yang mempunyai kecerdasan musikal. Ketiga orang tersebut sangat cerdas dibidangnya masing-masing.

Tahun 1983, Dr. Howard Gardner menemukan sebuah teori tentang kecerdasan. Ia mengatakan bahwa manusia lebih rumit daripada apa yang dijelaskan dari tes IQ atau tes apapun itu. Ia juga mengatakan bahwa orang yang berbeda memiliki kecerdasan yang berbeda. Pada tahun 1983 Howard Gardner dalam bukunya The Theory of Multiple Intelegence, mengusulkan tujuh macam komponen kecerdasan, yang disebutnya dengan Multiple Intelegence (Intelegensi Ganda). Intelegensi ganda meliputi: (1) kecerdasan linguistic-verbal dan (2) kecerdasan logiko-matematik (3) kecerdasan spasial-visual, (4) kecerdasan ritmik-musik, (5) kecerdasan kinestetik, (6) kecerdasan interpersonal, (7) kecerdasan intrapersonal. Sekarang tujuh kecerdasan tersebut di atas sudah bertambah lagi dengan satu komponen kecerdasan yang lain, yaitu (8) kecerdasan naturalis. ( Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences)

Poin-poin kunci multiple Intelegensia :

  1. Setiap orang mempunyai 8 kecerdasan atau lebih.
  2. Pada umumnya orang dapat mengembangkan setiap kecerdasan sampai pada tingkat penguasaan yang memadai.
  3. Kecerdasan-kecerdasan umumnya bekerja bersamaan dengan cara yang kompleks, tidak berdiri sendiri-sendiri.
  4. Ada banyak cara untuk menjadi cerdas dalam setiap kategori.

Pesan yang ingin disampaikan lewat artikel ini adalah menggugah kembali nurani guru kalau mungkin sudah tertidur, bahwa ada banyak kecerdasan yang mungkin belum tergali selain yang delapan tersebut di atas. Oleh karenanya, berdasarkan pengalaman mengajar yang baru seujung kuku ini, adalah sangat naif memvonis seorang siswa dengan "cap bodoh" manakala ia tidak berhasil dengan pelajaran fisika atau matematika misalnya. Stereotip anak bodoh jika tidak bisa matematika atau yang berdsarkan logika bukan saja melanda dunia guru, tetapi juga masyarakat pada umumnya. Tidak heran jika menjelang penjurusan orang tua dengan gigih memaksa anaknya masuk jurusan IPA, sebagai simbol anak pintar dan santunsedangkan jurusan IPS simbol anak bodoh dan nakal.

Perlu mendapat acungan dua jempol untuk anak-anak yang tegar dicap bodoh tetapi berhasil membuktikan ia sukses. Anak tersebut berhasil menunjukkan kecerdasannya dibidang lain yang sebenarnya tidak kalah penting dalam perjalanan hidupnya ke depan. Sebab yang menentukan tingkat kesuksesan seseorang bukan dari cap-nya. Sukses seseorang ditetukan dari kemampuan ia mengelola tingkat kecerdasannya yang notebene beragam. Nah, ini yang prlu disadari oleh guru dan orang tua agar tidak lagi menjustifikasi yang pada akhirnya menyudutkan dan mengurangi percaya diri anak.


Kecerdasan Musical yang menjanjikan

Kini dalam era industri kreatif, salah satu kecerdasan yang mendukung perkembangan industri tersebut adalah kecerdasan musical. Kita pasti sangat kenal dengan biolis terkenal sekaliber Idris Sardi, atau Ebiet G.Ade, Rhoma Irama, Ahmad Dhani, atau Melly Guslow yang kreatif dalam karya-karyanya. Bisa jadi mereka tidak secerdas Habibie dalam logika dam matematika. Toh, mereka adalah orang-orang yang berhasil mengeksiskan diri ditengah masyarakat Indonesia.

Anak-anak yang cerdas secara musik mustinya tidak dihambat untuk menggali potensinya. Bahkan bila perlu difasilitasi baik oleh pihak sekolah maupun orang tua. Dari bermusik bisa menyuarakan kebenaran dan perdamaian. Dan dari bermusik pula, bisa jadi membangun peradaban dari sisi budaya. Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia, termasuk kecerdasan musical.

Nah, black in news : kecerdasan musikal anak altilery telah menunjukkan bahwa mereka bisa membawa kebanggaan untuk orang tua dan sekolah. Dalam kancah lomba jingle dare indomie, siswa SMA 74 telah berhasil menjuarai tingkat regional. Pintu gerbang telah dibuka menuju sukses lain, tinggal bagaimana apresiasi masyarakat (guru dan orang tua) serta memanfaatkan peluang yang ada. Blackinnovationawards buat Dita dan kawan-kawan........




Wednesday, February 04, 2009

Man In Black For President

by kasmadi

Black in News : Pemilu Raya!!!

Hajatan semakin dekat, hawanya tambah gerah. Ada yang semakin giat mengkritik lawan politiknya. Ada yang sibuk mencitrakan diri sebagai orang yang paling peduli pada rakyat marginal. Dan, ada pula panik diserang dari segala penjuru.

Presiden adalah jabatan yang paling diimpi-impikan oleh sebagian kecil dari bangsa ini. Tak heran jika, sebagian kecil orang tersebut, notebone punya trah untuk itu, berbut pengaruh untuk memenangkan niatnya. Coba lihat saja, Prabowo, siapa yang tak kenal sosok yang satu ini. Pengalamannya luar biasa : mantan danjen koppasus, tentara yang brilyan, kini menjabat ketua umum salah satu organisasi petani dan pasar tradional, dan menjadi pembina partai ngeri nggak oi maksudnya Gerindra. Iklan politiknya luar biasa. Jangna tanya berapa biaya yang dikeluarkan untuk iklan tersebut. Namun yang menjadi pertanyaan, kemana saja selama ini kok baru sekarang teriak-teriak soal kepeduliannya pada petani. Kita tahulah trahnya Prabowo, anak begawan ekonomi yang kaya raya. kapan dia pernah nyemplung di pasar-pasar tradisional atau tidur bersama para petani untuk merasakan susahnya? Kjni yang terblowup ia seorang yang sangat berempati terhadap nasib petani dan rakyat kecil. Tapi haknya kan untuk dipilih! Ada seorang teman yang berseloroh: kalau prabowo jadi presiden negeri ini pasti aman. Aman dari tindakan kriminal dan aman dari kritikan. Siap-siap aja diculik....!!!

Lain lagi dengan, mbak mega yang kini doyan mengkritik. saking doyannya, mainan anak-anak dijadikan jargon kritikan : Yoyo! Meskipun begitu sebagai trahnya Soekarno boleh juga dong dipilih jadi presiden. Sebab berdasarkan survey-survey yang dilakukanm megawati termasuk yang favorit untuk dipilih kembali. Meski traderecordnya ngak bagus-bagus amat. Silakan saja memilih kalau anda suka! Kalau ydhoyono pemain yoyo, maka lawan politiknya menyebutnya pemain gasing, panggal kata orang betawi bilang ......

Mr. Yudhyono, jelas sekarang lagi jadi presiden. Peluangnya masih bagus untuk menduduki tahtanya kembali. Poinnya lumayan bagus, bahkan lagi bagus-bagusnya. Iklan politiknya lewat partai demokrat juga lagi gencar-gencarnya. Apalagi setelah BBM turun tiga kali, katanya. Pemain yoyo ini sedang panik dan khawatir juga, meski demikian kansya masih lebih besar dari mbak mega.....

Persoalannya bagi rakyat sosok yang diidam-idamkan adalah sosok yang bisa diteladani. Tidak mengumbar janji karena ingin dipilih. Tegas dalam bersikap, bijak dalam bertindak. Pemimpin yang mampu menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bermartabata. Pemimpin yang pantas mendapat blackinnovation awards!!!

Saya jadi teringat, berdasarkan buku yang pernah saya baca dan dengar dari tuturan para ustadz. Seorang Umar bin Khattab yang khalifah, rela memanggul gandum untuk seorang ibu tua karena tak tega melihatnya memasak batu untuk anaknya. Lain lagi Umar bin Abdullah juga seorang khalifah jaman ummayyah, saat anaknya hendak mengajak bicara, seketika ia mematikan lampu karena khawatir kalau yang dibicarakan adalah masalah keluarga atau pribadi. Ia takut menggunakan fasilitas negara untuk keperluan pribadi. atau Rasulullah yang ketika hendak ditemui kekaisaran romawi, ia hanya tinggal ditenda sederhana.

Bisakah kita temui presiden yang lapar karena melihat rakyatnya di Nusatenggara Timur kelaparan. Atau "mules dan mual" melihat dunia pendidikan Indonesia penuh dengan tipu muslihat?

Man in black : Manusia misterius yang masih jauh diawang-awang untuk ditemukan menjadi pemimpin sekaligus negarawan bagi bangsa ini! Tapi tidak menutup kemungkina akan muncul pada pemlu raya nanti. Mari kita doakan......

sumber gambar : www.myrmnews.com dan pocastella.org

Guru kreatif = Artis ?

by kasmadi


Banyak artikel-artikel yang membahas soal bagaimana menjadi manusia kreatif. Mudah-mudahan artikel yang satu ini dapat melengkapi dan membuka tabir hati, - bahwa kreatifitas tidak mengenal waktu dan usia -. Tidak ada batasan menuntut ilmu, begitu intisari sabda Rasulullah menitahkan kepada umatnya. Kreatifitas merupakan unsur terpenting dalam dunia kerja guru. Mustahil kerja guru tanpa dibarengi kreatifitas, apalagi inovasi.

Lantas apa kaitannya kreatifitas dan inovasi dengan profesionalisme guru?

Profesional sangat erat kaitannya dengan kreatifitas disamping banyak syarat lain seseorang dapat dikatakan profesional dibidangnya. Guru yang kreatif menggambarkan sosok yang tak kenal menyerah, pekerja keras, pandai membaca situasi, juga pandai mencari peluang. Terkadang kreatifitas membutuhkan kenekatan untuk melakukannya. Dan yang paling ekstrim, kreatifitas melawan arus kehidupan yang normal-normal saja.

Kreatifitas tidak selalu harus berbentuk karya, tapi bisaj juga dalam bentuk sikap dan tindakan. Kreatifitas akan melahirkan inovasi-inovasi yang menakjubkan.

Black in news
-nya : salah satu contoh bentuk kreatifitas yang dilakukan oleh guru, adalah oldy. Oldy begitu panggilannya adalah sosok seorang guru muda yang full creativity. Selain mengajar di SMA 74 Jakarta bidang studi seni rupa, ia seorang desain grafis dan programer yang belajar secara otodidak, juga seorang artis. Oldy tergabung dalam band indy bernama JIUNG BAND yang sudah menelorkan beberapa album. Dipenghujung tahun 2008, ia terlibat dalam pembuatan film Tarzan ke kota bersama bandnya dan artis Dewi Sandra. Belum lagi aktifitasnya diluar profesinya sebagai guru dan anak band, yakni pengurus forum masyarakat polisi di kebayoran lama utara.

Oldy menjadi sosok guru yang diidolakan siswanya karena dalam proses pembelajaran dikelas mengandalkan kreatifitas selain tentu wajahnya yang lumayan ganteng dan gaul. Nah, satu lagi orang-orang seperti ini yang mestinya mendapatkan blackinovation awards.

Cang Muin : The Black Community


by kasmadi

Sudah lama nggak nyaba cang Muing, paman yang tinggal di pedurenan, pupar cakung, dekat markas FBR (forum betawi rempug). Waktu saya kecil, cang Muin yang sering ngedukung (baca : gendong, momong). Cang Muin sekarang berdagang di pasar deket kuburan babe. Pasar yang kata babe, dulunya yang memprakarsai Kong Haji Tholib almarhum, ramai. Banyak pendatang yang berjualan kelontong, sayuran sampai rokok dan buah-buahan.

"Assalamualaikum, Cang!" lagi ngapain, roman-romannya butek banget tuh muka? "

"Eh, elu mat!, tumbenan maen, masup dah" cang Muin langsung ke belakang ngambil minuman.

Sambil terus ngepulin asep rokok djarum-nya, cang Muin nuangin air putih.
Cang Muin memang perokok sejati. Sejak dulu muda sampai sekarang rambutnya sudah memutih, super adalah teman favoritnya. Apalagi sekarang keluar produk cigarilos sebagai djarum black, bisa ngawang-ngawang di udara pikiran cang Muin, menikmati isapannya.

"Pada kemana orang rumah, cang. Sepi banget?"

"Lagi pada ke rumahnya Halimah, pan mantunya beranak kemaren sore"

"Cang masih ngebul aja. Apa nggak takut sama fatwanya ulama?"

"Yah elu mah udah telat nanyain begituan. Gua kagak takut dah sama fatwanya ulama. Apalagi ulama sekaranga demenannya politik melulu. Gua mendingan percaya sama ustadz Jubair yang cuma dagang kelontong, tapi hatinya kyai..."

"Busyet, jangan sembarangan cang. Kalau ada yang denger kan berabe"

"biar aja. Lagian ngapain sih ngurusin yang begonoan, emang kagak ada lagi yang diurusin. Nah yang haram kayak bir aja bebas dijual, susah ngaturnya. Eh ini malah nambahin kerjaan yang nggak sesuai sama kemampuan. Coba dah elu pikirin. Elu kan amtenar, pegawai pemda. Susah kan ngelarang orang ngerokok di tempat umum, padahal udah ada perdanya. Pemda kagak konsisten sih ngelaksanainnya!"

Panjang lebar cang Muin ngomong. Seolah cang Muin ngeluarin uneg-uneg sebagai wakil dari sebagian wong cilik. Wong cilik yang udah susah hidupnya, ditambah aturan fatwa MUI melarang rokok setengah-setengah. Menurut Pak Fahmi Idris yang menteri perindustrian, ada sekitar 10 juta orangyang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam industri rokok. Tiga juta pekerja yang ada dipabrik rokok, 2 juta pekerja disektor supportingnya dan yang 5 jutaan yang ngejualin rokok mulai dari asongan sampai toko-toko kayak minimarket.

"Iya dah cang, aye sampein entar sama bang Fauzi"

Diluar romannya rame banget suara derungan motor. Ternyata anak buahnya cang Muin yang tergabung dalam Djarum black community hendak berdemo ke budaran HI dan kantor MUI.

(sumber gambar : bangbul.site88.net)

Sunday, February 01, 2009

gURu JakARta GAptEK : Ke LaUT Aja!

by Kasmadi


Seorang guru adalah pembelajar sejati. Artinya, seorang yang berprofesi guru harus sadar sepenuhnya untuk selalu belajar dan belajar tanpa henti. Mengapa? Karena ia adalah model yang tiap hari dipelototin oleh siswanya, mulai dari penampilan, cara berfikir sampai pada penguasaan ilmu. Tidak peduli baru menjadi guru atau sudah puluhan tahun.

Persoalan kemudian muncul manakala seorang guru tidak mampu mengikuti perubahan jaman. Contohnya, kemajuan teknologi menuntut guru untuk mengikuti perkembangannya. Metode mengajar yang uptodate dan keluasan bahan ajar menjadi keharusan bagi seorang guru. Nah, kalau saja guru tidak mengikuti perkembangan kemajuan teknologi informasi, bagaimana mungkin ia bisa mengajar lebih baik lagi. Apalagi, kalau ia mengajar di ibukota Jakarta ayang notebone informasi mudah diperoleh.

Ada empat sikap yang menghambat kemajuan seorang guru.

Pertama, tidak terbuka pikiran
Seorang guru harus menuyadari bahwa keterbukaan pikiran adalah pintu keluasan jiwa dan ilmu. Karenanya, egoisme harus ditinggalkan. Tidak ada dalam kamus guru : kata sombong! Merasa telah lebih tahu dan paling berpengalaman.

Kedua, tidak terbuka hati
Keluasan jiwa akan melahirkan kebijaksanaan dalam bersikap dan bertindak, termasuk menerima ilmu dan perkembangan jaman. Nah, ada sebagian dari guru mungkin yang agak sulit menerima perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Merasa sulit karena tidak terbukanya hati menerima perkembangan teknologi yang begitu pesat, apalagi kalau tinggal di Jakarta. Tak heran kalau di Jakarta sendiri bisa jadi ada guru gaptek teknologi informasi.....

Ketiga, tidak jujur
So, semua pasti tahu kejujuran adalah modal paling berharga, apalagi bagi seorang guru. Jadi nggak perlu panjang lebar soal yang satu ini.....

Keempat, tidak konsisten
Ketidakkonsistenan akan berdampak pada penilaian orang lain terhadap guru, terutama siswa. Bisa dianggap plin-plan dan diremehkan siswa nantinya. Guru menganjurkan siswa untuk menyesuaikan diri dengan perubahan, tetapi penganjurnya malah menutup diri. Artinya, tidak konsekwen dan konsisten atas ucapannya sendiri.

Oke, ada satu contoh guru yang luar biasa harus diteladani. Meski setahun lagi pensiun, ia tetap semangat dan menampilkan etos kerja yang brilyan. Song, begitu panggilannya. Guru ekonomi ini bernama lengkap Nurpaja Simangunsong, perlu mendapat blackinovation awards atas contohnya dalam menyikapi perubahan. Belajar mengenal komputer meski mengetiknya saja masih harus cari-cari huruf, mengopersikan mouse masih gemetaran lari sani-sini. Tetapi semangatnya itu lho yang harus ditiru. Faktor usia tidak menghambat untuk mengimbangi perubahan bukan.....

Autoblackthrough buat guru-guru yang selalu konsisten mengikuti perubahan dan memberi teladan bagi guru-guru pemula.