Friday, June 13, 2008

Diving

Deburan pantai yang teramat indah untuk disia-siakan. Kuberlari menelusuri bibirnya yang seksi dan indah, Mahakarya Sang Pencipta. Terus kuberlari sampai keringatku mengucur deras membasahi tubuh, menelusuri lekuknya yang juga hasil; Sang Maha Karya.

Akhirnya, aku tergoda untuk menyelami kedalamannya. Ombak yang berkejaran menuju pantai kuterjang dengan perahuku. Perahu yang belum lama kumiliki dengan jerih payah yang luar biasa bagiku.

'Jangan menyelam, berbahaya...!!! teriak seseorang yang tak kukenal. Tanpa menoleh kukayuh lebih cepat biduk ini dengan sekuat tenaga menerjang gulungan ombak berbuih.

Tanpa perlengkapan selam kuterjun dikedalaman laut yang membiru.
"Gila indah betul!", teriakku dalam hati. Terus saja kuselusuri karang-karang yang membentuk perbukitan. dihiasi dengan bunga-bunga karang yang beraneka bentuk.

Ikan-ikan yang berenang tanpa lelah, sungguh indah nian gumamku lagi dalam hati....
Mendadak didepanku muncul ikan yang tak pernah kutemui sebelumnya. Aku jadi ingat aktris cantik, idolaku, Salma Hayek dan penyanyi cantik asal negeri jiran, Siti Nurhaliza, waduh mak, amboi cantik ......!!!teriakku smpai aku tersedak saking takjubnya. Kata orang, ia putri duyung....

Dia tersenyum manis padaku, dan mengajakku menyelam lebih dalam. Ku raih jemarinya yang lembut. dan kami menyelam bergandengan tangan. Wow.....

Semakin dalam semakin menakjuban dengan komunitas biota laut yang beragam, dan fauna yang makin aneh dan langka belum pernah kulihat....

Semakin dalam semakin aneh saja. Terus penasaran akan keindahannya aku terlena. Kedalaman membuat aku makin tidak terkendali kepenasaranku. Nafasku mulai sesak, karena sekelilingku makin gelap dan .....tiba-tiba aku sudah tidak dapat menggerakkan apapun. Ya Tuhan, aku sudah tidak bisa bergerak, sementara samar kulihat, putri duyung tersenyum girang....."sialan,...!!!" umpatku

Dari belakang serasa ada yang menghantam dan mengigitku kuat sekali. Sementara untuk menggerakkan tangan saja aku sudah tidak sanggup. Aku pasrah, saat itu ternyata ikan hiu raksasa menghantamdan mengunyahku hidup-hidup, dan aku dilempar ke arah kawanan hiu lainnya yang sedang menunggu gilaran mencabik tubuh kakuku....

Dan, gedubrak.....!!!
Aku terjatuh dari becak yang sedang kutumpangi. Becak menabarkku, sementara si tukang becak pucat pasi melihat aku tertindih becaknya.

Mas, mas nggak apa-apa?" tanya si tukang becak

"Nggak apa-apa, pak" sambil bangun, bagian pnggangku terasa pedih. Mungkin tergores besinya becak.

"Bapak lagi sakit, ya? situkang becak kembali bertanya

"Nggak juga pak, cuma aku tadi bermimpi" jawabku lirih

"Mimpi buruk apa, sampai bapak jatuh dari becak saya?" tanyanya lagi sambil duduk ditrotoar jalan disampingku.

Setelah kuceritakan dan sambil mengepulkan asap rokok yang kuhisap dalam-dalam. Pak Toyyib, begitu nama situkang becak, tersenyum. "Lho, pak Toyyib kok senyum sih?" kataku penuh tanya.

"Mas, sampeyan lagi dikasih peringatan sama gusti Allah. Mas memangnya habis bikin apa?" tanyanya penuh selidik. Pak Toyyib tukang becak bersahaja itu ternyata seorang imam masjid, pensiunan penjaga mercu suar.

"Iya, pak aku memang banyak bikin dosa. Pagi ini saja aku bukannya ngantor, malah ngamar dengan teman sekantorku.....!!! aku jadi buat pengakuan.

"Yo wis, sampeyan saya antar ke masjid saja ya...!!! ajak pak Toyyib. Aku cuma mengangguk. Entah aku bingung apa iya Allah mau menerimaku di rumahNya, sedang aku baru saja beerzina dengan Shinta, teman sekantorku.

No comments: