Friday, May 08, 2009

Ruang Terbuka Hijau : Meminimalisir Jakarta yang rentan

by kasmadi
Jakarta gagal membangun? Terlalu berlebihan, bahkan tidak adil jika menilai para gubernur gagal membangun Jakarta yang didambakan. Kita memang tetap harus optimis memandang masa depan Jakarta yang sarat beban.

Namun juga beralasan kalau ada tuntutan dari sebagian masyarakat Jakarta, kalau pembangunan di Jakarta tidak mengindahkan lingkungan. Akibatnya, seperti diberitakan harian Republika, bahwa Jakarta rentan terhadap perubahan iklim.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Economy and Enviroment Program for Southeast Asia (EEPSEA), DKI Jakarta menuduki peringkat pertama kota paling rentan terhadap perubahan iklim di Asia Tenggara. Suhu Jakarta pada tahun 1870 sekitar 26 derajat celcius, kin suhu ibukota telah mencapai sekitar 28 derajat celcius.


Ruang terbuka hijau, adalah salah satu pembangunan yang diabaikan oleh pemda. Pembangunan ruang terbuka hijau sangat penting karena akan menyerap karbondioksida yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor antara lain. Sangat minimnya ruang terbuka hijau menyebabkan suhu Jakarta menjadi sangat panas bila musim kemarau tiba.

manfaat lain ruang terbuka hijau adalah untuk rekreasi gratis bagi masyarkat sekitarnya. Jakarta telah mempunyai taman hijau yang baik untuk dicontoh, seperti Taman Ayodya di Barito Jakarta Selatan dan Taman Menteng di Jakarta Pusat. Selain taman-taman penonggalan belanda seperti taman suropati, taman hutan di radio dalam. Sepatutnya juga melibatkan pihak swasta untuk turut berperan serta membangun Jakarta yang berwawasan lingkungan.


sumber gambar : jakartaphotoclub,eskopidantipi.blogspot.com

No comments: